PASAR LEGI – BLITAR

Pasar Legi Blitar Tampak dari Depan

Pasar legiBlitar merupakan salah satu pasar tradisional yang berada di Kota Blitar tepatnya di Jalan Mawar Kecamatan Sukorejo, Kelurahan Sukorejo. Pasar ini berdiri pada tahun 1944 yang sudah lama menjadi pusat kegiatan ekonomi. Pasar legi juga disebut pasar induk karena pasar ini dijadikan tempat kombinasi antara pedagang eceran, pedagang grosir, serta perdagangan antar daerah yang melayani wilayah yang lebih luas di sekitar Blitar. Pasar legi merupakan pasar terlengkap dan pasar yang pertama kali dibangun di Kota Blitar. Pasar ini melangami beberapa kali pembenahan pada tahun 1977 dan 1999 hingga pada tahun 2003 kondisi pasar sudah tidak memadahi lagi dan dilakukan revitalisasi. Pasar ini memiliki peran menjadi transisional, dari pasar tradisional menuju pasar modern. Umumnya pasar-pasar tradisional di Kota Blitar diambil dari nama-nama perhitungan hari jawa seperti Pasar Legi, Pasar Pahing, Pasar Kliwon (templek) dan lain sebagainya.

Pasar legi terdiri dari 2 lantai, pada lantai pertama terdapat beberapa kios dan lapak yang umumnya menjual sembako, bahan makanan, kebutuhan memasak seperti bumbu-bumbu dapur, sayur-manyur, buah-buahan, jajanan pasar dan masih banyak lagi yang menjual kebutuhan rumah tangga. Pada lantai dua, banyak kios atau lapak yang kebanyakan menjual pakaian anak-anak sampai dewasa, perlengkapan sholat, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya. Di bagian depan pasar terdapat lahan parkir yang sangat luas tempat memarkir kendaraan konsumen yang berbelanja kesana. Pada bagian pinggir pasar banyak kios yang menjual aneka buah-buahan, sayur-mayur, kedai makanan, alat perkanas dan masih banyak lagi. Pada bagian belakang pasar terdapat tempat bekas terminal yang cukup luas, tempat tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang sayur-mayur serta buah-buahan untuk menjual barang dagangannya. Penjual pada umumnya menjajakan barang dagangannya diatas tikar atau plastic yang digunakan sebagai alas berjualan.

Walikota 2014 Samanhudi bersama istrinya mengunjungi pasar legi blitar

Pasar legi mempunyai nilai-nilai ekonomis yang tinggi dalam rangka pemanfaatannya memerlukan pengaturan agar dapat tercapai daya guna dan digunakan secara optimal. Fasilitas-fasilitas yang ada dipasar legi meliputi Gedung Serbaguna, Los-los pasar, Kios, Lapak, Tempat Parkir, Took, Kios daging dan Kios Makanan. Pasar tradisional berfungsi sebagai tempat pembentukan nilai harga, pendistribusian dan promosi. Pasar legi buka pada pukul 07.00 WIB dan resmi tutup pada pukul 17.00 WIB. Pasar legi berbeda dengan pasar Templek dikarenakan pada pukul 17.00 WIB Pasar Legi sudah resmi ditutup dan dinamika pedagang sudah tidak berjalan sedangkan di Pasar Templek dinamika pedagang masih terus berlanjut sampai tengah malam walaupun ada banyak kios/lapak yang sudah tutup pada waktu sore. Kelebihan pada pasar ini terletak pada transaksi ekonomi yang terjadi proses tawar-menawar. Sedangkan kelemahannya terletak pada segi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya dan kurang teraturnya tata letak kios atau lapak-lapak yang ada didalam pasar. (Kurang Teratur)

 

Baca juga artikel lainnya :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *